Kategori: Seri KUHAP 2025
-
PENGAMATAN HAKIM DARI SUDUT PANDANG ILMU POLITIK DAN STATISTIKA (Apakah sebuah pengamatan sungguh menaikkan kemungkinan suatu fakta benar?)
Read more: PENGAMATAN HAKIM DARI SUDUT PANDANG ILMU POLITIK DAN STATISTIKA (Apakah sebuah pengamatan sungguh menaikkan kemungkinan suatu fakta benar?)PROLOG: SATU BERBANDING DUA BELAS JUTA Los Angeles, 1964. Sepasang suami istri didakwa merampas tas seorang perempuan di sebuah gang. Saksi hanya dapat menyebut ciri: perempuan berambut pirang berkuncir, laki-laki…
-
PENGAMATAN HAKIM DARI SUDUT PANDANG LOGIKA DAN SOSIOLOGI (Telaah Hubungan antara observasi dan kesimpulan — serta relasi kuasa antara Hakim, Terdakwa)
Read more: PENGAMATAN HAKIM DARI SUDUT PANDANG LOGIKA DAN SOSIOLOGI (Telaah Hubungan antara observasi dan kesimpulan — serta relasi kuasa antara Hakim, Terdakwa)PROLOG: PREMIS dengan pola yang sama Hampir setiap putusan yang memuat pengamatan hakim berbunyi dengan pola yang sama. Satu kalimat tentang apa yang diamati, satu kalimat tentang apa yang disimpulkan.…
-
PENGAMATAN HAKIM DARI SUDUT PANDANG HUKUM PEMBUKTIAN DAN FILSAFAT (3 Hal Identik: Hakim menjadi pengamat, sumber keterangan, dan penilai sekaligus)
Read more: PENGAMATAN HAKIM DARI SUDUT PANDANG HUKUM PEMBUKTIAN DAN FILSAFAT (3 Hal Identik: Hakim menjadi pengamat, sumber keterangan, dan penilai sekaligus)PROLOG: ILUSTRASI LIMA BELAS DETIK Pukul 10.47. Seorang nelayan berusia lima puluh satu tahun, pendidikan terakhir kelas empat sekolah dasar, duduk di kursi terdakwa untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Ia…
-
Apa Pentingnya Pengamatan Hakim Sebagai Alat Bukti KUHAP 2025? (Telaah Lintas Disiplin — Norma, Perbandingan Hukum, Psikologi Kognitif, dan Sosiologi)
Read more: Apa Pentingnya Pengamatan Hakim Sebagai Alat Bukti KUHAP 2025? (Telaah Lintas Disiplin — Norma, Perbandingan Hukum, Psikologi Kognitif, dan Sosiologi)Seorang saksi berdiri di depan majelis. Tangannya bergetar. Ia menunduk ketika ditanya, menjawab terlambat setengah detik, lalu menelan ludah. Di bangku belakang, seorang jurnalis menulis dalam catatannya: “tampak berbohong.” Di…
-
Berapa Alat Bukti Yang Diperlukan Untuk Memidana Seseorang? (Ulasan Hukum Atas Hilangnya Pasal 183 KUHAP 1981 dari KUHAP 2025, dan Mengapa Ambang Batas Itu Kini Lebih Mengikat Polisi daripada Hakim)
Read more: Berapa Alat Bukti Yang Diperlukan Untuk Memidana Seseorang? (Ulasan Hukum Atas Hilangnya Pasal 183 KUHAP 1981 dari KUHAP 2025, dan Mengapa Ambang Batas Itu Kini Lebih Mengikat Polisi daripada Hakim)PROLOG Pada November 1974, di Bojongsari, Bekasi, sepasang suami istri bernama Sulaiman dan Siti Haya dibunuh. Polisi menangkap dua petani: Sengkon bin Yakin dan Karta bin Salam. Keduanya membantah. Keduanya…
-
Begini Contoh Permohonan Praperadilan ‘Undue Delay’
Read more: Begini Contoh Permohonan Praperadilan ‘Undue Delay’Catatan Hukum — Baca Lebih DahuluBanyak tulisan, termasuk sebagian kajian akademik yang masih beredar, menyebut batas waktu penyidikan 120, 90, 60, dan 30 hari menurut bobot perkara. Ketentuan itu berasal…
-
Panduan Menyusun Permohonan Praperadilan ‘Undue Delay’: Struktur, Dalil, dan Petitum
Read more: Panduan Menyusun Permohonan Praperadilan ‘Undue Delay’: Struktur, Dalil, dan PetitumPasal 163 ayat (1) huruf c memberi hakim praperadilan waktu paling lama tujuh hari untuk menjatuhkan putusan sejak permohonan dibacakan. Tujuh hari. Untuk membaca permohonan, mendengar para pihak, memeriksa bukti,…
-
Pintu Pemaafan Hakim (Rechterlijk Pardon) dalam KUHP Baru: Kejahatan Apa Saja yang Boleh dan Tidak Boleh Dimaafkan
Read more: Pintu Pemaafan Hakim (Rechterlijk Pardon) dalam KUHP Baru: Kejahatan Apa Saja yang Boleh dan Tidak Boleh DimaafkanPenulis: Rolly Toreh, S.H., M.H. (Advokat) Analisa Hukum Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, Pasal 246 KUHAP 2025, dan PERMA Nomor 3 Tahun 2026 Ada satu jeda di ruang sidang yang…
-
Analisis Hukum SEMA 4 Tahun 2026: Tidak Ada Lagi Upaya Hukum atas Putusan Bebas dan Lepas?
Read more: Analisis Hukum SEMA 4 Tahun 2026: Tidak Ada Lagi Upaya Hukum atas Putusan Bebas dan Lepas?Penulis: Rolly Toreh, S.H., M.H. (Advokat) Membedah SEMA Nomor 4 Tahun 2026 — kekaburan, konflik, dan kekosongan hukumnya terhadap KUHAP 2025 dan Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman Ada tiga hari di pertengahan…
-
Kini Pengadilan Tinggi Dapat Menyidangkan Kembali Perkara Pidana, Menurut KUHAP Terbaru
Read more: Kini Pengadilan Tinggi Dapat Menyidangkan Kembali Perkara Pidana, Menurut KUHAP TerbaruPenulis: Rolly Toreh, S.H., M.H. (Advokat) Rabu siang, 6 Mei 2026. Di sebuah ruang sidang di Pengadilan Tinggi Medan, seorang saksi duduk di kursi yang biasanya kosong. Di depannya tiga…
-
Pedoman ‘Rebuttal’ (Sanggahan) Menurut KUHAP 2025 dalam Sidang Pidana, dan Apa Dampaknya?
Read more: Pedoman ‘Rebuttal’ (Sanggahan) Menurut KUHAP 2025 dalam Sidang Pidana, dan Apa Dampaknya?Penulis: Rolly Toreh, S.H., M.H. (Advokat) Ringkasan Eksekutif Pasal 210 ayat (10) KUHAP 2025 memperkenalkan satu tahap yang tidak pernah dikenal KUHAP 1981: hak Penuntut Umum menghadirkan Saksi atau Ahli…
-
PANDUAN LENGKAP Proses dan Persyaratan Rehabilitasi dalam KUHAP 2025
Read more: PANDUAN LENGKAP Proses dan Persyaratan Rehabilitasi dalam KUHAP 2025Penulis: Rolly Toreh, S.H., M.H. (Advokat) Bayangkan skenario ini: seseorang ditangkap, ditahan berbulan-bulan, diadili di depan publik — lalu diputus bebas karena dakwaan tidak terbukti. Atau lebih tragis: ditahan karena…












